10 TIPS MEMBUKA KONVEKSI SERAGAM

 

 10 TIPS MEMBUKA KONVEKSI SERAGAM





Assalammualaikum wr.wb.


Postingan kali ini, saya akan membahas tentang tips-tips membuka konveksi seragam bagi yang ingin berbisnis konveksi.

Hal tersebut adalah : 


1. Adanya Orderan / Permintaan

antarafoto.com

 

Sebelum memulai membuka konveksi, tentu saja kita harus punya orderan terlebih dahulu. Dari pelanggan, rekanan, sekolah, kantor, pabrik. Karena tentu saja, konveksi tidak bisa berjalan tanpa adanya barang yang akan dibuat.

Bisa saja kita membuat pakaian untuk stok barang di workshop. Namun itu sangat tidak disarankan untuk pemula yang membuka konveksi seragam. 

Hal tersebut ada baiknya dilakukan jika sudah mulai berkembang dan banyak pelanggan. Sebagai model contoh untuk pelanggan yang bingung memilih desain.

2. Mesin Jahit dan Perlengkapannya


Mesin Jahit disini ada beberapa jenis. Diantaranya mesin jahit untuk menjahit, mesin over deck, mesin obras, mesin lobang kancing dan mesin jarum 2 rantai khusus untuk kaos.

Selain mesin jahit jangan lupa perlengkapan lainnya semisal, kursi, meja, tempat menaruh benang, minyak mesin, jarum jahit.

Perlengkapan lain yang tidak kalah penting adalah : 
  • Mesin potong 
  • Meja Potong yang luas
  • Gunting
  • Setrika
  • Kapur jahit
  • Pattern/pola
  • Meteran
  • Penggaris
  • Gunting kecil untuk membuang sisa benang

 

3. Perlengkapan Sablon

Biasanya konveksi seragam, juga menerima order seragam sekolah dan tentu saja ada baju olahraga. Yang mana memerlukan sablon logo sekolah dan juga alamat sekolah di bagian depan dan belakan kaos tersebut.

Ada 3 macam sablon yang biasanya digunakan di konveksi, yaitu : 
1. Sablon Manual
2. Sablon Digital
3. Sablon DTG

Untuk pemula yang memiliki modal terbatas, disarankan untuk menggunakan metode sablon manual.

Adapun kelebihan menggunakan sablon manual adalah : 

  • Bisa menyablon di semua kaos, PE, TC, COTTON, COTTON COMBED
  • Warna lebih tahan lama (tergantung jenis dan merk tinta)
  • Bisa menggunakan tekhnik timbul
  • Membuat dengan jumlah banyak lebih hemat
 
Alat yang diperlukan : sumber (http://www.kitasatu.com/2016/01/peralatan-sablon-manual-yang-perlu-di.html)

a. Screen Sablon 

peralatansablon.com
 
 Gunanya untuk mentransfer tinta ke obyek yang disablon









b. Obat Afdruk


carasablonkaosdistro.blogspot.com

Diperlukan untuk membuat film









c. Tinta Sablon


serbadistro.com
Tinta sablon ada 2 macam, yaitu yang berbahan dasar air biasa disebut waterbase dan minyak (plastisol)

Untuk warnanya biasanya sediakan dulu warna dasar a.l : 
Hitam, putih, merah, biru dan kuning. Sedangkan untuk warna lain bisa dicampurkan untuk diantara 3 warna dasar






d. Rakel


sablonmanual.com
Berfungsi untuk mendorong atau menekan tinta pada screen agar tinta menempel pada obyek yang disablon.








e. Meja Afdruk


sablonmanual.com
Meja afdruk screen mempunyai fungsi utama sebagai alat untuk afdruk screen sablon yang akan kita pakai untuk bekerja, 

fungsi lainnya adalah untuk melakukan cek film setelah kita cetak dan melakukan perbaikan atas hasil cetak atau print film jika ada masalah.






f. Penghapus cair / Kaporit 


tokopedia.com
 
 Digunakan untuk menghapus screen ke keadaan semula. Namun, tidak sebersih waktu masih baru.










g. Meja sablon, Papan kaos dan lem kayu


sablon.info (Papan Kaos)













h. Minyak tanah

digunakan untuk membuat gambar kertas film menjadi transparan sebelum proses penyinaran.

i. Glyserin - Pelicin ketika menyablon


j. Hair dryer & Alat Semprot

Alat bantu untuk pembuatan film

bukalapak.com

amazon.com














4. Pekerja 

 

Tentu yang dimaksud di sini adalah tukang jahit. Selain tukang jahit, ada beberapa orang yang dibutuhkan. Antara lain : 

Tukang potong - Bertugas untuk memotong bahan atau kain. Biasanya tukang potong juga ahli dalam membuat pola baju

Tukang sablon - Bertugas untuk menyablon kaos atau baju

Tukang Belanja (Bagian Umum) - Bertugas untuk berbelanja kain ke toko kain, menyediakan peralatan jahit dan keperluan tukang jahit, membeli peralatan sablon yang habis, beli benang, kancing, dsb.

Selain itu juga tentukan cara pembayaran, apakah borongan atau satuan. Serta biaya makan apa berupa uang atau ada catering (orang rumah khusus memasak untuk pegawai konveksi). 

Juga siapkan sarana dan prasarana untuk tempat tinggal semisal : kontrakan / bangunan yang terpisah dengan rumah utama, galon / dispenser, kopi, gula, teh, hiburan (radio / tv), kasur, dsb.


5. Sales

 

Adakalanya sebuah konveksi yang baru memerlukan seorang sales untuk mempromosikan jasanya kepada instansi terkait. Misal, sekolah, kantor, atau pabrik

Bisa jadi pemilik sendiri juga salesnya, jika dirasa mampu dan memahami dunia konveksi pada umumnya.

6. Harga

 

Untuk menentukan harga, biasanya pemilik konveksi mensurvei kompetitornya dengan cara membuat baju atau hanya sekedar bertanya.

Pada umumnya untuk konveksi seragam harga produksi dikenakan minimal order. Dikarenakan untuk membuat satuan sangat sulit dan tidak ada untung. Lain lagi jika produksi dalam jumlah besar.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat baju dengan jumlah besar lebih sedikit dibandingkan untuk membuat 1 model baju. Karena itu konveksi jarang menerima pembuatan 1 baju saja.

7. Punya langganan toko

 

Entah itu toko kain online ataupun offline, sebuah konveksi harus tau toko mana dia berbelanja bahan untuk pembuatan seragamnya. 

Untuk online kalian bisa mampir di toko kami, menjual berbagai macam merk kain seragam.

Tidak lupa aksesori dan kebutuhan lainnya, semisal kancing, renda, resleting, scotlight, dsb.
Karena jika sudah mempunyai langganan tetap, lebih mudah dalam berbelanja dan juga dalam menentukan harga.

8. Catat transaksi keuangan

 

Ini juga tak kalah penting.

Untuk mencatat segala transaksi keuangan, baik modal awal, modal peralatan, dan modal bahan baku.
Karena, banyak usaha konveksi yang pencatatan keuangannya tidak rapi. 

Akibatnya banyak yang mengalami kerugian karena tidak jelas, keuntungannya digunakan untuk apa saja. Modal habis dibelanjakan untuk apa saja.


Selain untuk kerapihan transaksi keuangan. Bisa juga sebagai syarat kelengkapan untuk mendapatkan pinjaman modal ke bank. Beberapa bank ternama biasanya mensyaratkan laporan keuangan untuk meminjamkan uangnya kepada pihak kreditur. Agar tidak terjadi kredit macet.


9. Kualitas dan Manajemen yang baik


Sebagai konveksi seragam yang menjual jasa, kita harus mengutamakan kualitas yang baik kepada pelanggan. Karena itu merupakan modal awal yang baik.

Jika pelanggan puas, biasanya mereka akan menyarankan untuk menggunakan jasa kita kepada orang lain. Ada kalanya saat merasa tidak puas mereka juga sering menjelekkan usaha kita. Oleh karena itu kualitas harus diutamakan.

Tidak lupa untuk memanajemen waktu dalam pengerjaan. Jangan sekali-kali menjanjikan order akan selesai dalam waktu 2 minggu, namun malah molor sampai sebulan. 

Ini sangat sulit mengingat banyak juga kondisi lapangan yang tidak bisa diprediksi. Sebelum bekerja, sebaiknya persiapkan dulu rencana dan waktu penyelesaiannya.

Manajemen waktu dan biaya juga sangat dibutuhkan. Jangan sampai order yang satu belum selesai kemudia mengambil order selanjutnya, namun biaya uang muka order selanjutnya kita gunakan untuk order sebelumnya. Hal itu akan menambah sulit kedepannya.


10. After Sales Service


Setelah selesai menjual jasa kita, jangan sampai kita melupakan pelanggan. Jika ada komplain, maka selesaikan dengan baik dan berikan pelayanan yang profesional.

Biasanya di konveksi, pasti ada komplain setelah pengerjaan order selesai. Entah salah warna kain, salah bordir, atau salah ukuran. Hal tersebut sering terjadi.

Namun, tetap layani dengan baik. Jangan lupa meminta maaf atas kesalahan kita dan segera selesaikan komplainan tersebut dengan cepat dan teliti kembali hasil pengerjaannya.



Itu dia 10  tips membuka konveksi seragam. Bisa jadi ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan, oleh karena itu saya memohon maaf bila terjadi kekeliruaan tersebut.


Jika teman-teman ingin berbelanja kain ataupun membuat seragam, bisa  hubungi kami. Dengan senang hati, kami siap membantu.



Terima kasih



Wassalammualaikum wr.wb.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »