MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN

Assalammualaikum wr.wb.


Teman-teman semua apa kabar?


Mungkin banyak diantara pengunjung blog ini adalah seorang pengusaha, entah itu di bidang konveksi, atau tailor dan sebagainya. Selama menangani usaha tersebut, pernahkan teman-teman menggunakan laporan keuangan untuk menghitung laba dan rugi. Ataukah hanya membiarkan mengalir begitu saja keuangan yang ada, sehingga selama masih ada untung dan mampu membayar karyawan, hal itu tidak diperlukan?


Dikutip dari www.zahiraaccounting.com  saya akan menyajikan artikel yang menarik untuk teman-teman semua..


laporan keuangan sederhana

“Jika kamu buta dengan semua laporan keuangan, bersiaplah dengan kehancuran bisnismu”.


Sebuah pelajaran yang secara tidak langsung pernah saya dapatkan dari ‘Guru Bisnis’ saya. Saya memang tidak begitu ahli dalam masalah akuntansi, namun sebagai seorang pengusaha atau pebisnis, anda diharuskan untuk mengetahui apa itu laporan keuangan perusahaan.

Pernahkah anda berfikir bahwa membuat laporan keuangan itu adalah disiplin ilmu yang sulit atau bisa jadi sangat sulit bagi anda? Jujur saja, saya juga pernah berfikiran seperti itu. Jika anda berfikiran seperti apa yang saya fikirkan, yakinlah bahwa pemikiran tersebut adalah salah besar. Kenapa demikian?  Mari kita bahas secara bersama tentang ilmu akuntansi

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana



Ketika memulai suatu usaha, orang sering lupa menyiapkan pembukuan alias laporan, meskipun namanya adalah laporan keuangan sederhana, padahal fungsi pembukuan ini sangat vital bagi kelangsungan sebuah bisnis.

Setiap akhir tahun selalu dikejar deadline laporan keuangan dan biasanya yang sering anda alami menjelang akhir tahun adalah dengan lembur berhari-hari, stres laporan keuangan tidak kunjung selesai, kerja tergesa-gesa dan, sering ditanya kapan laporan selesai oleh manajemen. Lihatlah apa dampaknya bagi sebuah perusahaan.

Perusahaan akan mengalami laporan keuangan akhir tahunnya terlambat disajikan dan mengevaluasi kinerja perusahaan serta terlambat jugalah dalam mengambil keputusan strategi bisnis. Maka hasilnya akan ‘LACK OF COMPETITIVE’ dan Perusahaan tidak bisa bersaing.


Berbicara tentang laporan keuangan, maka bagi orang awam tentu akan tergambar tentang laporan penerimaan dan pengeluaran dana.

Begitu sangat pentingnya laporan keuangan bagi sebuah perusahaan karena selain sebagai salah satu proses pengambilan keputusan bisnis juga merupakan salah satu nyawa suatu perusahaan tentang sukses atau tidaknya perusahaan tersebut.

Laporan keuangan adalah suatu laporan yang berguna untuk menyampaikan informasi keuangan yang dapat dipercaya kepada pihak yang berkepentingan.

Laporan keuangan memuat beberapa hal, diantaranya harta, utang, modal, dan semua pendapatan yang diperoleh serta beban-beban yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu dalam rangka untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara membuat laporan keuangan sederhana, diharapkan lebih dulu untuk mengetahui tujuan pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan :
  • Memberikan informasi keuangan mengenai aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan yang dapat dipercaya.
  • Memberikan informasi yang bisa dipercaya tentang perubahan aktiva bersih atau neto (aktiva yang telah dikurangi kewajiban) suatu perusahaan.
  • Memberikan informasi keuangan yang digunakan oleh pemakai laporan untuk menaksirkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan

Setelah mengetahui pentingya laporan keuangan, tentu anda harus mengerti bagaimana melakukan cara membuat laporan keuangan tersebut, setidaknya taraf yang sederhana. Intinya sih, 3M singkatan dari ‘Mari Mulai Mencatat’.

Jadi, apapun pemasukan dan pengeluaran perusahaan Anda, mulai sekarang harus dicatat. Itulah yang paling sederhana. Konon, pebisnis sekelas Bob Sadino pun dulu melakukan cara ini pada masa awal bisnisnya.

Nah, bila mau belajar lebih serius dari disiplin akuntansi, ada tiga hal yang harus anda pelajari. Paling tidak anda punya cash-flow (aliran kas), profit and lost (rugi laba), serta neraca sederhana. Mari kita pelajari satu per satu!

Arus Kas

Gampangnya, arus kas adalah catatan harian mengenai pengeluaran dan pemasukan keuangan dari usaha yang anda jalankan. Pokoknya, setiap ada pengeluaran dan pemasukan itu harus dicatat.

 Catatan mengenai arus kas ini sangat penting. Pasalnya, catatan arus kas ini merupakan bahan dasar untuk membuat laporan keuangan yang lain. Jadi, dari catatan sederhana inilah suatu usaha bisa dianalisis.

Sebaiknya, dibedakan buku untuk pos pengeluaran dan pendapatan. Dari catatan harian ini Anda bisa membuat rekapitulasi per bulan. Inilah yang disebut laporan arus kas (cash-flow).

Sebelum memulai usaha, anda juga bisa membuat proyeksi aliran kas ini, yaitu perkiraan aliran kas berdasarkan asumsi-asumsi pengeluaran dan pemasukan dari usaha yang hendak anda tekuni.

Proyeksi aliran kas ini berguna untuk mengetahui berapa banyak modal yang harus anda setor di awal dan anda cadangkan selama usaha anda berjalan. Juga berapa lama waktu yang anda perlukan untuk bisa balik modal.


Laporan Rugi Laba

Berdasarkan catatan aliran kas tadi, anda bisa membuat laporan rugi laba. Intinya, laporan rugi laba ini berisi pendapatan dikurangi dengan biaya-biaya sehingga diketahui apakah usaha tersebut mengalami untung atau malah rugi.

Tapi ingat,

anda harus mengeluarkan faktor asset, modal, barang, dan utang dari laporan keuangan ini. Dalam menyusun laporan rugi laba, anda sebaiknya memasukkan unsur depresiasi.

Caranya gampang.

 Untuk pembukuan sederhana kita bisa memakai metode garis lurus (lihat tip). Asumsi metode ini: kita menganggap sebuah barang mempunyai masa pakai tertentu dan nilai penyusutannya adalah pembagian antara harga pembeliannya dengan masa pakainya.


Neraca

Neraca penting dibuat setidaknya setahun sekali, untuk mengetahui nilai perusahaan Anda dari waktu ke waktu. Saat awal perusahaan, neraca perusahaan biasanya hanya terdiri dari modal awal dan utang serta aset yang diperoleh dari belanja modal tersebut.

Aset termasuk sebagai aktiva, sementara utang dan modal masuk sebagai pasiva. Seiring waktu, aset perusahaan bisa bertambah, bisa pula terjadi utang-piutang, atau cadangan kas menjadi berkurang atau bertambah, dan lain-lain.

Intinya, nilai perusahaan bisa saja bertambah atau berkurang karena perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.



Betapa pentingnya sebuah laporan keuangan dalam suatu perusahaan dalam membantu para pebisnis dan pengusaha menentukan keputusan bisnisnya.

Apalagi dengan adanya zaman teknologi yng sudah canggih seperti saat ini dan perkembangan zaman yang sudah tersedia system akuntansi, dimana seluruh jurnal dibuat secara otomatis dan laporan keuangan dilengkapi dengan berbagai analisa perusahaan seperti analisa rasio, break event, point analysis, berbagai grafik dan laporan interaktif dan menarik dan terintegrasi tanpa perlu mengerti akuntansi terlebih dahulu.



Kini saatnya untuk mulai bergerak dalam membuat laporan neraca perusahaan anda.

Maju terus dunia bisnis usaha Indonesia.

Semoga Bermanfa’at


Artikel Terkait

Previous
Next Post »